penyebab dan pengobatan infertilitas

PENYEBAB

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas, antara lain:

  • Faktor laki – laki, yang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:
  1. Kelainan pada bentuk anatomi alat kelamin, seperti halnya muara saluran kemih yang letaknya abnormal (hipospadia dan epispadia), ejakulasi dengan aliran air mani kembali kedalam kandung kemih (ejakulasi retrograd), pembesaran pembuluh darah yang memperdarahi organ testis yang menyebabkan jumlah serta kemampuan gerak spermatozoa berkurang (varicocele), serta testis tidak turun menuju kantung pelir (undecesus testis).
  2. Kegagalan fungsional, yaitu berupa kemampuan ereksi yang berkurang, kelainan pembentukan spermatozoa (baik jumlah, bentuk, maupun pergerakannya).
  3. Gangguan pre-testicular, yaitu berupa gangguan hormon.
  4. Gangguan testicular, yang dapat terjadi akibat trauma, gangguan fisik, infeksi, ataupun gangguan perkembangan selama pubertas
  5. Gangguan post-testicular, berupa senyempitan pada saluran sperma sehingga aliran sperma yang dialirkan keluar dari testis terhambat.
  6. Tidak adanya air mani atau semen.
  7. Kurangnya hormon testosterone.
  • Gangguan ovulasi, yaitu berupa hambatan pelepasan ovum dari ovarium yang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, diantaranya: gangguan hormon seperti polycystic ovarian syndrome (PCOS) dan hiperprolaktinemia, ataupun kondisi lainnya berupa gangguan pola makan, cedera, atau tumor.
  • Kelainan pada rahim, termasuk gangguan pembukaan mulut rahim dan produksi cairan rahim, atau kelainan pada bentuk dan atau rongga rahim. Kondisi – kondisi tersebut menyebabkan gangguan implantasi dari hasil pembuahan pada dinding rahim.
  • Kerusakan atau sumbatan tuba fallopi, yang biasanya terjadi akibat peradangan pada tuba fallopi (salphingitis).
  • Endometriosis, merupakan suatu kondisi berupa jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim sehingga mempengaruhi fungsi ovarium, rahim, dan saluran tuba.
  • Insufisiensi ovarium primer, juga disebut menopause dini, ketika menstruasi berakhir dan ovarium berhenti bekerja sebelum usia 40 berakhir.
  • Perlengketan pada rongga panggul, yaitu berupa pembentukan jaringan parut yang mengikat organ – organ pada rongga panggul akibat infeksi ataupun prosedur operasi.
  • Faktor lainnya, yang dapat berupa gangguan hormon tiroid (hopotiroidism atau hypertiroidism), tumor ganas atau kanker serta efek samping pengobatannya, serta efek samping obat – obatan tertentu

PENGOBATAN

Penanganan pada infertilitas diarahkan kepada penyebabnya, usia dari pasangan yang mengalami infertilitas, serta pilihan dan kecenderungan pribadi. Perlu diketahui, beberapa penyebab infertilitas tidak dapat diperbaiki. Beberapa metode yang dikenal dalam penanganan infertilitas antara lain:

  • Pemberian antibiotik guna mengobati infeksi yang diduga menjadi sumber infertilitas
  • Konseling pada kondisi seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini
  • Terapi hormon, baik pemberian hormon sintetik maupun obat –obatan yang memicu pembentukan hormon pada kasus infertilitas yang disebabkan oleh gangguan hormon.
  • Prosedur pembedahan pada kasus perlengketan ataupun gangguan struktur anatomi dari organ reproduksi
  • Intauterine insemination (IUI), yaitu suatu prosedur penanaman secara langsung, sel – sel spermatozoa sehat yang telah dikumpulkan dan terkonsentrasi, ke dalam rongga rahim pada masa subur dari pasangan wanita
  • In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung, merupakan prosedur yang melibatkan perangsangan dan pengambilan beberapa sel ovum dari seorang wanita, lalu dilakukan pembuahan dalam laboratorium dengan sel – sel spermatozoa dari seorang pria, yang dilanjutkan penanaman embrio ke dalam rahim 3 – 5 hari setelah pembuahan dilakukan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai