Sifilis

Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit, sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian bayi. Oleh karena itu, semakin dini diagnosis dan pengobatannya, semakin mudah sifilis disembuhkan.

Gejala Sifilis

Gejala sipilis atau sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Sifilis primer
    Sifilis jenis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder
    Sifilis jenis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
  • Sifilis laten
    Sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier
    Sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

Penyebab Sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis. Meski demikian, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, sifilis rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Diagnosis Sifilis

Untuk mengetahui seseorang menderita sifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka. Tes darah untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sementara pemeriksaan cairan luka guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab sifilis (sipilis).

Pengobatan  Sifilis

Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik penisilin. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh.

Pencegahan Sifilis

Penularan sifilis dapat dicegah dengan perilaku seks yang aman, yaitu setia pada 1 pasangan seksual atau menggunakan kondom. Selain itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis atau sipilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit ini

Gonore

Kencing nanah atau gonore adalah salah satu penyakit menular seksual. Pada pria, gonore akan menimbulkan gejala berupa keluarnya nanah dari penis. Selain itu, penderita gonore akan merasakan perih saat buang air kecil.

Berbeda dengan gonore pada pria, jika terjadi pada wanita gonore bisa tidak menimbulkan gejala. Penyakit gonore dapat sembuh dalam beberapa hari, jika diberikan pengobatan yang tepat dan segera.

Penyebab Gonore

Penyebab gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini paling sering menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral dan seks anal. Seseorang lebih mudah terkena gonore apabila sering bergonta-ganti pasangan seks atau bekerja sebagai pekerja seks.

Gejala Gonore

Gonore dapat terjadi pada pria maupun wanita, namun gejala yang muncul pada pria dan wanita berbeda. Gejala utama gonore yang muncul pada pria berupa keluarnya nanah dari penis dan rasa sakit saat buang air kecil. Sedangkan pada wanita, gonore sering kali tidak menimbulkan gejala.

Di samping itu, gonore juga dapat terjadi pada bayi akibat tertular dari ibunya selama proses persalinan. Bayi yang terkena gonore akan mengalami keluhan pada mata.

Diagnosis Gonore

Untuk mendiagnosis gonore, dokter akan menanyakan tentang aktivitas seksual dan melakukan pemeriksaan fisik. Bila diperlukan, dokter juga akan mengambil sampel cairan tubuh penderita, terutama cairan dari vagina, penis dan dubur. Cairan ini akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Pengobatan Gonore

Pengobatan utama untuk penyakit gonore adalah pemberian antibiotik, karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Perlu diingat bahwa tidak hanya penderita saja yang perlu diobati, tetapi pasangan seksual dari penderita juga perlu diobati, karena kemungkinan besar juga menderita gonore. Setelah sembuh dari gonore, tidak tertutup kemungkinan seseorang bisa terkena gonore lagi.

Komplikasi Gonore

Gonore yang tidak diobati dengan baik dapat menimbulkan komplikasi. Wanita lebih mudah terkena komplikasi gonore dibanding pria. Komplikasi gonore yang dapat muncul pada pria adalah epididimitis dan luka pada saluran kencing.

Sedangkan komplikasi gonore yang dapat muncul pada wanita adalah penyakit radang panggul dan sumbatan pada saluran telur. Kondisi ini dapat memicu terjadinya hamil anggur atau kehamilan ektopik.

Pencegahan Gonore

Penyakit ini menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral atau anal. Oleh karena itu, cara pencegahan penyakit ini adalah melakukan hubungan intim yang aman, yaitu dengan menggunakan kondom atau tidak bergonta-ganti pasangan.

radang panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah suatu infeksi yang menjangkiti serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur). Kasus radang panggul sebagian besar ditemukan pada perempuan berusia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. Selain infertilitas, penyakit radang panggul yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, dan kehamilan ektopik.

Penyebab Radang Panggul

Infeksi menular seksual adalah salah satu penyebab radang panggul. Bakteri pada infeksi menular seksual, seperti chlamydia dan gonore, adalah contoh bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada leher rahim. Bakteri ini dapat menyebar dari vagina hingga ke organ reproduksi bagian atas. Selain itu, beberapa bakteri yang biasanya hidup pada vagina juga dapat mengakibatkan radang panggul. Bakteri ini akan melewati vagina dan menginfeksi organ tubuh lainnya.

Faktor risiko radang panggul berkaitan dengan keguguran, tindakan aborsi, sering berganti pasangan seksual, berhubungan seksual tanpa kondom, memiliki riwayat radang panggul dan infeksi menular seksual sebelumnya, penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Gejala Radang Panggul

Organ reproduksi yang terinfeksi radang panggul tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga pada sebagian besar kasusnya sulit untuk dikenali. Gejala yang dialami dapat berupa rasa nyeri pada daerah panggul, nyeri pada perut bagian bawah, nyeri ketika buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual. Selain itu, dapat terjadi demam, mual, dan muntah-muntah. Keputihan yang berubah warna menjadi kuning atau hijau juga bisa menjadi pertanda telah terjadi infeksi pada organ reproduksi.

Waspadai juga periode menstruasi yang lebih lama serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual. Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Diagnosis Radang Panggul

Pasien dapat dicurigai menderita radang panggul berdasarkan gejala yang dialami, informasi tentang riwayat kesehatannya, serta aktivitas seksualnya. Tes yang biasa dilakukan sebagai pendukung utama adalah pengambilan sampel dari cairan vagina (swab vagina) atau dari leher rahim untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, serta jenis bakteri yang menginfeksi. Selain itu, beberapa tes lain yang mungkin dilakukan adalah tes darah, tes urine, tes kehamilan, dan USG.

Pasien dapat didiagnosis radang panggul setelah hasil tes terhadap bakteri penyebab seperti chlamydia atau gonore dinyatakan positif. Walau pada sebagian besar kasus, hasil yang keluar adalah negatif, bukan berarti pasien tersebut tidak menderita radang panggul.

Dapat juga dilakukan sebuah tindakan berupa laparoskopi atau pembedahan kecil pada bagian perut untuk memasukkan kamera mikro guna melihat kondisi organ dalam pasien dan mengambil sampel jaringan bila diperlukan.

Jika terdapat indikasi radang panggul, khususnya setelah berhubungan seksual, dokter biasanya akan menyarankan agar pasangan pasien tersebut diperiksa juga untuk mendeteksi terjadinya penularan.

Dalam kasus tertentu, abses dapat terjadi di rahim atau tuba falopi, di mana terdapat nanah atau cairan yang berkumpul. Jika hasil diagnosis ditemukan adanya abses, pasien akan langsung dirawat di rumah sakit.

Pengobatan Radang Panggul

Pengobatan radang panggul atau pelvic inflammatory disease dapat dilakukan dengan cara pemberian antibiotik pada penderita yang masih berada pada tahapan awal penyakit. Biasanya penderita akan diberikan antibiotik metronidazole, ofloxacin, doxycycline, atau ceftriaxone untuk mengobati infeksi bakteri, setidaknya selama 14 hari. Pemberian antibiotik dapat disertai dengan pemberian obat pereda sakit, seperti ibuprofen dan paracetamol jika penderita merasakan sakit di daerah perut atau panggul. Bagi penderita yang sedang hamil, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi antibiotik.

Sebagian besar pasien dengan kasus radang panggul berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan dengan antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar infeksi bakteri benar-benar hilang.

Bagi penderita radang panggul yang memakai alat kontrasepsi IUD, dokter kemungkinan akan menganjurkan pencabutan alat kontrasepsi tersebut bila gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.

Untuk mencegah penyebaran infeksi pada orang lain selama periode pengobatan radang panggul, pasangan seksual penderita juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan, walau tidak nampak gejala yang sama. Dokter juga akan menganjurkan penderita dan pasangannya untuk tidak berhubungan seksual selama proses pengobatan berlangsung.

Prosedur operasi dilakukan jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi dan terdapat jaringan parut yang menyebabkan nyeri. Tindakan operasi dapat dilakukan dengan membuka perut (laparotomi) atau dengan bedah minimal invasif (laparoskopi), untuk mengangkat atau mengalirkan abses dan memotong jaringan parut.

Komplikasi Radang Panggul

Komplikasi radang panggul terjadi ketika penyakit tidak segera ditangani atau penderita tidak menyelesaikan periode pengobatan yang diwajibkan. Jenis komplikasi yang bisa timbul adalah nyeri panggul yang berkepanjangan (kronik), munculnya abses, berulangnya penyakit radang panggul pada penderita, kemandulan (infertilitas), dan terjadinya kehamilan ektopik.

Radang panggul yang berulang membuat kondisi organ reproduksi tersebut rentan terhadap bakteri. Inilah kenapa penderita radang panggul harus menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas demi mengurangi risiko terjadinya infertilitas serta nyeri panggul yang berkepanjangan dan sangat mengganggu aktivitas. Infeksi berulang khususnya pada tuba falopi dapat mengakibatkan terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini menyebabkan luka dan menyempitnya tuba falopi hingga sel telur menjadi tersangkut kemudian berkembang di dalam tuba falopi. Jika kehamilan ektopik terus berlanjut, dapat terjadi robekan tuba dan perdarahan di dalam yang mengancam nyawa penderitanya, sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan. Komplikasi kehamilan seperti keguguran, lahir prematur, dan kematian janin juga dapat terjadi jika pengobatan tidak dilakukan hingga tuntas.

Nyeri panggul yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan depresi dan insomnia pada penderitanya, dan hal ini tentunya akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Aktivitas seksual juga akan terganggu karena nyeri yang tidak kunjung berhenti.

Dalam kasus yang jarang, Reiter Syndrome dapat menjadi komplikasi. Reiter Syndrome adalah penyakit yang menyebabkan radang sendi dan peradangan pada mata. Hal ini terjadi karena respons sistem imun tubuh yang berlebihan terhadap radang panggul.

Pencegahan Radang Panggul

Salah satu penyebab radang panggul adalah infeksi menular seksual, seperti chlamydia. Infeksi ini dapat dihindari dengan menerapkan kebiasaan aman saat berhubungan seksual. Misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual yang aman.

Selain mulai menerapkan kehidupan seksual yang sehat, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti berikut ini:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin jika Anda memiliki risiko tertular infeksi menular seksual.
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis kontrasepsi yang tepat untuk Anda.
  • Hindarilah mencuci vagina bagian dalam dengan teknik vaginal douching karena akan mengganggu keseimbangan bakteri baik (flora normal) dalam vagina.

Pencegahan radang panggul akan lebih mudah dilakukan bersama pasangan. Bila Anda menderita radang panggul, sarankan kepada pasangan Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan juga bila diperlukan. Hal ini dapat mencegah penyebaran infeksi menular seksual dan kemungkinan radang panggul berulang

kontrasepsi implan

KB susuk, atau dalam medis dikenal sebagai KB implan, adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB implan sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun.

Bagaimana cara kerja KB implan?

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah untuk mencegah kehamilan. Cara kerjanya adalah dengan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim (serviks). Ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim. Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

Apakah KB implan ampuh mencegah kehamilan?

KB implan adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif mencegah kehamilan. Dalam jangka waktu satu tahun, hanya ada tak sampai 1 dari 100 pengguna KB implan yang tetap kebobolan hamil.

Kemungkinan hamil akan meningkat jika Anda menggunakan KB susuk selama 3 tahun tanpa diganti. Karena itulah, penting untuk mengingat dan mencatat kapan KB implan Anda dipasang, dan kapan waktu paling telat bagi Anda untuk menggantinya. Jika Anda tak sempat mengganti KB implan tepat pada waktunya, gunakan alat KB tambahan seperti kondom.

Pada umumnya, efektivitas alat kontrasepsi bergantung pada banyak hal, dan ini termasuk apakah Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau sedang mengonsumsi obat-obatan dan herbal tertentu yang dapat mengganggu kerja alat KB. Contohnya, obat herbal St. John’s wort dan beberapa antibiotik bisa menurunkan kinerja KB implan sehingga menjadi kurang ampuh.

Kemudian, alat KB yang paling efektif pun tidak akan ampuh mencegah kehamilan jika tidak digunakan dengan benar. Untuk dapat bekerja dengan baik, implan harus berada dalam posisi yang benar dan bekerja dengan baik, serta harus diganti jika sudah waktunya.

Apakah KB implan bisa mencegah penularan penyakit kelamin?

KB susuk tidak dapat mencegah Anda terkena penyakit menular seksual. Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang bisa melindungi pria dan wanita dari penularan penyakit kelamin.

Apakah ada efek samping KB implan?

Efek samping KB implan alias KB susuk yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan KB implan.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid
  • Berat badan bertambah
  • Sakit kepala
  • Jerawat
  • Payudara nyeri
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan)
  • Depresi

Jangan khawatir, tidak semua pengguna KB implan akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping KB susuk ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Namun, jika Anda seorang perokok, risiko Anda mengalami efek samping dari KB implan akan meningkat. Inilah kenapa dokter menyarankan pada wanita pengguna KB susuk untuk berhenti merokok.

Siapa yang cocok menggunakan KB implan?

KB implan adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang Anda miliki akan membuat KB implan tak efektif, atau lebih berisiko. Misalnya, KB implan tidak disarankan bagi wanita yang memiliki pembekuan darah, penyakit liver, perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.

Anda juga perlu konsultasi dulu pada dokter kalau mau memasang KB implan namun memiliki salah satu penyakit berikut, yaitu diabetes, sakit kepala migrain, depresi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah kandung empedu, kejang-kejang, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya termasuk alergi.

Jika Anda sedang hamil atau curiga Anda sedang hamil, Anda tak boleh memasang KB implan.

Bagaimana cara pemasangan KB implan?

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB implan tergantung pada siklus menstruasi Anda, atau jika Anda sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Proses pemasangan KB implan akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya Anda tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, Anda dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Anda harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi Anda dari kehamilan.

Untuk mengeluarkan susuk, kulit Anda akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. Anda sebenarnya tak perlu menunggu sampai 3 tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun Anda ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat, jangan pernah melepas KB implan sendiri! Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

minipil

Pil KB dengan kandungan progestin saja umumnya disebut minipil dan merupakan salah satu alat kontrasepsi oral. Setiap pil mengandung progestin dalam jumlah yang kecil. Progestin merupakan bentuk sintetik dari hormon progesteron. Minipil berupa kemasan berisi 28 pil, Anda meminumnya setiap hari hingga mendapat dosis stabil dari hormon tersebut.
Beberapa wanita merasa mengonsumsi minipil lebih sulit dibanding pil KB kombinasi karena minipil harus diminum di waktu yang sama setiap hari. Tapi minipil menjadi alternatif yang baik untuk wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi oral tapi sedang menyusui atau tidak bisa menerima estrogen untuk alasan tertentu.
Pil KB dengan kandungan progestin saja menekan ovulasi pada setengah siklus menstruasi wanita yang meminumnya. Tapi pil ini mencegah kehamilan dengan mengakibatkan perubahan pada lendir serviks. Lendir menjadi lebih kental, sperma tidak akan mampu menembus tuba falopi untuk membuahi sel telur. Selain itu, progestin dapat mencegah kehamilan dengan menipiskan lapisan uterus, membuat tidak mungkin sel tular tertanam di sana meski sudah dibuahi. Minipil mengandung lebih sedikit progestin dibanding pil kombinasi, dan efek hormon pada lendir serviks berlangsung sekitar 24 jam. Itu sebabnya Anda perlu berhati-hati untuk meminum minipil di waktu yang sama setiap hari.
Ibu menyusui masih bisa menggunakan minipil. Tidak seperti pil KB kombinasi, pil dengan kandungan progestin saja dianggap sesuai untuk para ibu menyusui. Hanya sedikit jumlah progestin yang dialirkan ke ASI, dan penelitian menunjukkan tidak ada efek minipil pada berat badan, kesehatan, dan perkembangan bayi. Kebanyakan penelitian menunjukkan tidak ada perubahan pada jumlah ASI yang diproduksi oleh para ibu yang menggunakan minipil, bahkan terjadi sedikit peningkatan pada produksi ASI.
Bila Anda menyusui secara eksklusif, yang berarti bayi Anda tidak minum susu formula atau mengonsumsi makanan padat, belum mendapat menstruasi, dan menggunakan minipil sesuai anjuran, metode ini hampir 100 persen efektif selama 6 bulan pertama setelah melahirkan. Sedangkan bagi wanita yang tidak menyusui, minipil 91 hingga 99 persen efektif ketika diminum secara konsisten dan tepat. Ini artinya antara 1 hingga 9 dari 100 wanita yang meminumnya akan hamil pada tahun pertama. Hal ini membuat minipil kurang dipercaya dibanding pil KB kombinasi, yang diperkirakan sekitar 99,7 hingga 99,9 persen efektif.
Jika Anda tidak minum minipil seperti yang disarankan, misalnya Anda melewatkan atau bahkan tidak meminumnya di waktu yang sama setiap hari, risiko Anda menjadi hamil akan semakin tinggi, terutama jika Anda tidak menyusui. Semakin banyak kekeliruan Anda, risiko menjadi semakin tinggi. Jika Anda merasa kesulitan meminum minipil dengan baik, pertimbangkan untuk menggunakan metode lain seperti IUD atau Depo-Provera, yang keduanya efektif dan sesuai untuk ibu menyusui.
Cara untuk menghilangkan efek minipil adalah dengan berhenti menggunakannya. Anda tak perlu menuntaskan minum pil kecuali Anda menginginkannya. Anda kembali subur setelah 24 jam meminum pil terakhir. Beberapa dokter menyarankan penggunaan kontrasepsi tambahan seperti kondom dan menunggu hingga Anda mendapat beberapa kali menstruasi teratur sebelum berusaha untuk hamil karena ini dapat membantu Anda menentukan tanggal perkiraan kelahiran yang lebih akurat.
Dokter lain ada yang memberi Anda izin untuk mencoba hamil sesegera Anda menginginkannya. Jika Anda hamil sebelum menstruasi menjadi teratur, jangan khawatir, Anda bisa menjalani sonogram dini untuk menghitung usia kehamilan. Minumlah asam folat atau vitamin prenatal setidaknya 1 bulan sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil, berarti ketika Anda masih menggunakan minipil, untuk membantu mencegah risiko cacat lahir.
Jika Anda merasa cocok menggunakan minipil, yakni Anda tidak memiliki resiko kesehatan dan merasa yakin bisa mengikuti aturan meminumnnya, dokter akan menuliskan resep untuk Anda. Bila Anda tidak sedang menyusui, Anda bisa mulai minum pil segera setelah melahirkan. Anda kemungkinan mengalami ovulasi segera setelah 3 minggu pasca melahirkan, Anda perlu mulai minum minipil tidak lebih dari 21 hari setelah melahirkan untuk menghindari kehamilan jika Anda melakukan hubungan seks selama waktu tersebut.
Bila Anda menyusui secara eksklusif, sangat baik untuk menunggu hingga 6 minggu setelah melahirkan sebelum mulai menggunakan minipil. Karena pada rentang waktu ini, persediaan ASI Anda harus mencukupi. Lagi pula, bila Anda eksklusif menyusui, Anda tidak akan berovulasi selama 6 minggu pertama setelah melahirkan, jadi tidak ada alasan untuk mulai menggunakan minipil sebelum waktu itu.
Jika Anda sesekali menyusui dan menambah ASI dengan susu formula, Anda perlu menggunakan kontrasepsi lebih cepat dari 6 minggu pasca melahirkan jika Anda merencanakan berhubungan seks selama waktu itu, jadi Anda bisa mulai minum minipil pada 3 minggu setelah melahirkan. Bila Anda memutuskan menunggu lebih lama untuk mulai minum minipil, Anda bisa mulai kapanpun, selama Anda yakin tidak sedang hamil, yakni jika Anda belum berhubungan seks sama sekali sejak melahirkan atau sejak menstruasi terakhir, atau jika Anda secara konsisten menggunakan metode kontrasepsi lain. Bila Anda sudah mulai mendapat menstruasi kembali, Anda bisa yakin tidak sedang hamil dengan memulai minum minipil pada hari Anda mendapat haid berikutnya.
Bila Anda mengalami menstruasi dan mulai minum minipil pada hari pertama haid, Anda tidak memerlukan metode kontrasepsi lain. Jika Anda mulai pada kapanpun di siklus menstruasi, Anda membutuhkan metode lain, seperti kondom. Beberapa ahli menyarankan menggunakan metode tambahan selama 48 jam setelah mulai minum minipil, sedang lainnya menyarankan menggunakan metode tambahan selama 7 hari.
Bila Anda melakukan Lactational Amenorrhea Method (LAM), yang artinya secara eksklusif menyusui dan kurang dari 6 bulan setelah melahirkan, dan Anda belum mulai mengalami menstruasi, maka Anda 98 persen terhindari dari resiko kehamilan. Meski tidak mungkin hamil, masih tetap disarankan untuk menggunakan metode tambahan pada 48 jam pertama setelah minum minipil.
Sebelum mulai menggunakan minipil, baca dengan seksama instruksi penggunaannya. Jika ada hal yang membingungkan, hubungi dokter dan minta pengarahan agar Anda tahu pasti apa yang harus dilakukan. Pastikan Anda selalu menyediakan kemasan tambahan agar tidak bermasalah kehabisan persediaan ketika Anda perlu mulai kemasan yang baru. Anda juga perlu menyimpan kondom sebagai kontrasepsi tambahan ketika Anda minum minipil pertama kali, kapan pun Anda 3 jam lewat dari waktu minum pil yang seharusnya, atau jika Anda memiliki risiko infeksi melalui hubungan seks.
Sangat penting bagi Anda untuk minum pil pada waktu yang sama setiap hari dan tidak pernah melewatkannya sekalipun. Minipil merupakan kontrasepsi dengan dosis sangat rendah dan tidak menolerir kesalahan apapun, khususnya jika Anda tidak secara eksklusif menyusui. Jika Anda minum pil 3 jam terlambat, Anda perlu menghindari seks atau menggunakan metode tambahan selama 48 jam berikutnya. Minipil juga sangat berpengaruh pada lendir serviks antara 4 hingga 22 jam setelah Anda meminumnya. Jadi jika Anda biasa melakukan seks di waktu tidur, sangat baik untuk meminum pil secara teratur lebih awal di hari itu. Gunakan alarm pada handphone Anda sebagai pengingat.

Pil kombinasi

Pil kombinasi hormon estrogen dan progesteron mencegah terjadinya kehamilan dengan cara menghambat indung telur atau ovarium melepaskan sel telur, serta mempertebal lapisan lendir di dalam leher rahim. Penebalan lendir di dalam leher rahim akan mencegah sperma untuk membuahi sel telur sehingga kehamilan dapat dicegah. Sedangkan pil yang hanya mengandung progesteron, selain menebalkan lendir leher rahim, juga akan menipiskan dinding dalam rahim. Jika lapisan dinding rahim tipis, sel telur yang dibuahi oleh sperma akan sulit untuk menempel dan tertanam dalam lapisan tersebut, sehingga tidak akan terjadi kehamilan.

Penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi merupakan salah satu metode yang cukup efektif, dengan tingkat keberhasilan 99%. Selain itu, metode kontrasepsi dengan pil KB merupakan metode yang reversibel. Artinya jika pasangan menginginkan kehamilan, istri cukup menghentikan konsumsi pil KB agar dapat hamil kembali. Namun, pil KB memiliki kekurangan dibanding kontrasepsi lainnya (misalnya spiral), yaitu efektivitasnya membutuhkan kepatuhan untuk rutin mengonsumsi pil KB sesuai dengan petunjuk.

Jenis-jenis Pil KB

Terdapat 2 jenis pil KB, yaitu pil KB yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron, serta pil KB yang hanya mengandung progesteron. Pil KB yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Pil KB monofasik. Pil KB monofasik mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron yang konstan untuk setiap pil aktifnya dalam satu siklus penggunaan pil KB.
  • Pil KB bifasik. Pil KB bifasik mengandung kadar hormon estrogen dan hormon progesteron, namun terdapat perubahan isi hormon pada setengah siklus pil aktifnya.
  • Pil KB trifasik. Pil KB trifasik mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron yang mengalami peningkatan di dalam pil KB yang dikonsumsi pada sepertiga periode kedua dan sepertiga periode ketiga penggunaan pil KB.
  • Pil KB tetrafasik. Pil KB tetrafasik mengandung kadar hormon estrogen dan progesteron dengan 4 fase perubahan isi hormon pada pil aktifnya.

Peringatan :

  • Obat golongan ini tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil atau kemungkinan dalam keadaan hamil. Jika seorang wanita ingin mengonsumsi pil KB, maka harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang hamil.
  • Ibu menyusui juga sebaiknya tidak menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi. Dokter akan merekomendasikan metode kontrasepsi lainnya, seperti spiral (IUD), KB implan (susuk), atau KB suntik.
  • Tidak semua wanita cocok untuk menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi. Beberapa pertimbangan yang akan diperhatikan dokter sebelum mengijinkan wanita mengonsumsi pil KB, antara lain:
    • Penyakit yang diderita, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, diabetes, serta kanker payudara, rahim, dan kanker hati.
    • Siklus menstruasi.
    • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Pil KB tidak dapat melindungi dari infeksi menular seksual, sehingga dianjurkan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual, bila berisiko tertular infeksi menular seksual.
  • Wanita berusia di atas 35 tahun atau memiliki kebiasaan merokok lebih berisiko  mengalami penyakit jantung, bila menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi.

Jenis kontrasepsi non hormonal

1.   AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD

  • Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih.
  • Sangat efektif, dan bila berhenti memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang.
  • AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.
  • Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.
  • Tidak ada pengaruh terhadap ASI. Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan.
  • Infeksi panggul cenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telah terjangkit penyakit menular seksual.
  • IUD dapat keluar sendiri pada waktu mengedan, khususnya pada bulan-bulan pertama pemakaian, jadi sangat penting memeriksakan talinya.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).

2.   KONDOM

  • Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS.
  • Kondom dapat digunakan untuk mencegah HIV / AIDS, sekaligus ber KB
  • Dengan sedikit berlatih – mudah digunakan secara benar.
  • Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
  • Beberapa pria merasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.

3.   METODE SEDERHANA / VAGINAL

  • Spermisid (tissu KB), diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat dipakai sendiri oleh wanita.
  • Harus dimasukkan ke dalam vagina (liang senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan hubungan seks.
  • Efektif bila digunakan secara benar.
  • Dapat membantu mencegah penyakit menular seksual.
  • Menggunakan cara KB ini, cenderung untuk terkena infeksi saluran kencing.
  • Tissu KB tidak mudah didapat.

Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal merujuk pada metode kontrol kelahiran yang bekerja pada sistem endokrin. Hampir semua metode terdiri dari hormon steroid, meskipun di India salah satu modulator reseptor estrogen selektif dipasarkan sebagai alat kontrasepsi. Metode hormonal asli-gabungan kontrasepsi pil oral-pertama kali dipasarkan sebagai kontrasepsi pada tahun 1960.[1] Dalam dekade berikutnya banyak metode pengiriman lainnya telah dikembangkan, meskipun metode oral dan suntik sejauh ini merupakan yang paling populer. Secara keseluruhan, 18% dari pengguna kontrasepsi di dunia bergantung pada metode hormonal.[2] Kontrasepsi hormonal sangat efektif: ketika dilakukan pada jadwal yang ditentukan, pengguna metode hormon steroid mengalami tingkat kehamilan kurang dari 1% per tahun. Tingkat kehamilan untuk kontrasepsi yang paling hormonal yang sempurna digunakan biasanya sekitar 0.3% atau kurang.[3] Saat ini metode yang tersedia hanya dapat digunakan oleh perempuan; pengembangan kontrasepsi hormonal pria merupakan wilayah penelitian aktif.

Terdapat dua jenis utama dari formulasi kontrasepsi hormonal: metode gabungan yang mengandung baik sebuah estrogen dan progestin, dan metode progestogen yang hanya berisi progesteron atau salah satu dari analog sintetis (progestin). Metode gabungan bekerja dengan menekan ovulasi dan penebalan mukosa serviks; sedangkan metode progestogen mengurangi frekuensi ovulasi, kebanyakan dari mereka lebih mengandalkan perubahan lendir serviks. Kejadian efek samping tertentu berbeda untuk formulasi yang berbeda: misalnya, pendarahan hebat jauh lebih umum dengan metode progestogen. komplikasi serius tertentu yang kadang disebabkan oleh kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak diyakini disebabkan oleh formulasi progestogen

penyebab dan pengobatan infertilitas

PENYEBAB

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas, antara lain:

  • Faktor laki – laki, yang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:
  1. Kelainan pada bentuk anatomi alat kelamin, seperti halnya muara saluran kemih yang letaknya abnormal (hipospadia dan epispadia), ejakulasi dengan aliran air mani kembali kedalam kandung kemih (ejakulasi retrograd), pembesaran pembuluh darah yang memperdarahi organ testis yang menyebabkan jumlah serta kemampuan gerak spermatozoa berkurang (varicocele), serta testis tidak turun menuju kantung pelir (undecesus testis).
  2. Kegagalan fungsional, yaitu berupa kemampuan ereksi yang berkurang, kelainan pembentukan spermatozoa (baik jumlah, bentuk, maupun pergerakannya).
  3. Gangguan pre-testicular, yaitu berupa gangguan hormon.
  4. Gangguan testicular, yang dapat terjadi akibat trauma, gangguan fisik, infeksi, ataupun gangguan perkembangan selama pubertas
  5. Gangguan post-testicular, berupa senyempitan pada saluran sperma sehingga aliran sperma yang dialirkan keluar dari testis terhambat.
  6. Tidak adanya air mani atau semen.
  7. Kurangnya hormon testosterone.
  • Gangguan ovulasi, yaitu berupa hambatan pelepasan ovum dari ovarium yang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, diantaranya: gangguan hormon seperti polycystic ovarian syndrome (PCOS) dan hiperprolaktinemia, ataupun kondisi lainnya berupa gangguan pola makan, cedera, atau tumor.
  • Kelainan pada rahim, termasuk gangguan pembukaan mulut rahim dan produksi cairan rahim, atau kelainan pada bentuk dan atau rongga rahim. Kondisi – kondisi tersebut menyebabkan gangguan implantasi dari hasil pembuahan pada dinding rahim.
  • Kerusakan atau sumbatan tuba fallopi, yang biasanya terjadi akibat peradangan pada tuba fallopi (salphingitis).
  • Endometriosis, merupakan suatu kondisi berupa jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim sehingga mempengaruhi fungsi ovarium, rahim, dan saluran tuba.
  • Insufisiensi ovarium primer, juga disebut menopause dini, ketika menstruasi berakhir dan ovarium berhenti bekerja sebelum usia 40 berakhir.
  • Perlengketan pada rongga panggul, yaitu berupa pembentukan jaringan parut yang mengikat organ – organ pada rongga panggul akibat infeksi ataupun prosedur operasi.
  • Faktor lainnya, yang dapat berupa gangguan hormon tiroid (hopotiroidism atau hypertiroidism), tumor ganas atau kanker serta efek samping pengobatannya, serta efek samping obat – obatan tertentu

PENGOBATAN

Penanganan pada infertilitas diarahkan kepada penyebabnya, usia dari pasangan yang mengalami infertilitas, serta pilihan dan kecenderungan pribadi. Perlu diketahui, beberapa penyebab infertilitas tidak dapat diperbaiki. Beberapa metode yang dikenal dalam penanganan infertilitas antara lain:

  • Pemberian antibiotik guna mengobati infeksi yang diduga menjadi sumber infertilitas
  • Konseling pada kondisi seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini
  • Terapi hormon, baik pemberian hormon sintetik maupun obat –obatan yang memicu pembentukan hormon pada kasus infertilitas yang disebabkan oleh gangguan hormon.
  • Prosedur pembedahan pada kasus perlengketan ataupun gangguan struktur anatomi dari organ reproduksi
  • Intauterine insemination (IUI), yaitu suatu prosedur penanaman secara langsung, sel – sel spermatozoa sehat yang telah dikumpulkan dan terkonsentrasi, ke dalam rongga rahim pada masa subur dari pasangan wanita
  • In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung, merupakan prosedur yang melibatkan perangsangan dan pengambilan beberapa sel ovum dari seorang wanita, lalu dilakukan pembuahan dalam laboratorium dengan sel – sel spermatozoa dari seorang pria, yang dilanjutkan penanaman embrio ke dalam rahim 3 – 5 hari setelah pembuahan dilakukan.

iNFERTILITAS

iNFERTILITAS ADALAH

Infertilitas atau kemandulan, adalah ketidak-mampuan secara biologis dari pasangan suami-istri untuk menghasilkan keturunan yang lahir hidup. Infertilitas dapat berupa keadaan tidak dapat menghasilkan suatu kehamilan sama sekali ataupun keadaan dapat hamil, namun kehamilan berakhir lebih cepat dari waktu yang diperlukan sehingga anak lahir mati.

GEJALA

Dalam dunia medis, syarat dari infertilitas adalah sebagai berikut:

  • Dialami oleh pasangan, bukan individu;
  • Tidak mampu menghasilkan suatu kehamilan setelah 12 bulan bersetubuh dengan frekuensi dan cara yang wajar (1 – 3 kali seminggu);
  • Tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun.

Berdasarkan gejala atau riwayatnya, infertilitas diklasifikasikan ke dalam dua kondisi, yaitu infertilitas primer serta infertilitas sekunder. Dikatakan sebagai infertilitas primer jika suatu pasangan tidak dapat menghasilkan  keturunan, tanpa disertai riwayat kehamilan dengan anak lahir hidup sebelumnya. Infertilitas sekunder merupakan kondisi berupa pasangan yang pernah menghasilkan suatu kehamilan dengan anak lahir hidup, namun kemudian tidak dapat menghasilkan suatu kehamilan kembali.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai